May 18, 2012

CDA Workshop – Week 3

Posted by taschan at Friday, May 18, 2012
Pada minggu ketiga (16 s.d 22 April 2012), topik yang dibahas adalah “Developmentally Appropriate Practice and Play”

Developmentally Appropriate Practice (DAP) adalah aktivitas yang didasarkan pada kebutuhan anak. Aktivitas yang dibutuhkan oleh setiap anak bisa berbeda-beda, tergantung pada umur, status perkembangan dan juga minat mereka. Aktivitas yang dilakukan sebaiknya sesuatu yang “menantang”, namun masih bisa dicapai oleh mereka. DAP membantu anak-anak memaksimalkan potensi mereka dan kemajuan belajar mereka menjadi prioritas utamanya.

Play atau bermain merupakan dunia anak-anak, karena dunia mereka adalah dunia bermain. Bermain bagi anak-anak merupakan sarana untuk belajar. Bahkan menurut Moore dan Hall dalam artikel Learning to Play (2004), Play diartikan sebagai “Playful Learning All Year”. Dalam konteks ini, kita perlu memperhatikan beberapa aspek bermain, yakni: spontanitas, jadwal bermain setiap harinya, dan keamanan saat bermain.

Sebenarnya wajar bila anak-anak belajar sesuatu dengan bermain. Orang dewasa pun terkadang belajar sambil bermain. Kita bisa melihat contoh bagaimana seorang programmer bekerja. Terkadang programmer tidak merasa dirinya sedang bekerja. Ia merasa sedang bermain games dengan angka dan rumus yang sedang diotak-atiknya, hingga akhirnya tercipta sebuah program komputer. Programmer tersebut tidak merasa terbebani dengan tugasnya, karena ia menikmati dan menyukai apa yang dikerjakannya. Begitu pun dengan anak-anak. Bila ia mengerjakan sesuatu yang disukainya, ia tidak akan merasa terbebani dan bisa mempelajari sesuatu tanpa disadarinya.

Jean Piaget membagi permainan menjadi beberapa jenis, yakni:
  1. Permainan Fungsional (Functional Play)
    source: getty images

    Yaitu jenis permainan dimana anak-anak mempelajari benda-benda di sekitarnya dengan berinteraksi fisik secara langsung. Permainan fungsional juga membantu perkembangan fisik anak. Permainan tersebut dimulai pada tahap perkembangan sensorimotor dan terus berlangsung selama masa perkembangan anak. Hal itu juga mencakup lari, lompat, berayun dan meluncur. Misalnya: bayi menggerak-gerakkan tubuhnya serta mengulum benda-benda yang berhasil ia gapai dengan tangannya, atau berkali-kali menjatuhkan mainannya untuk mengetahui respon orang tua maupun pengasuhnya.

  2. Permainan Konstruktif (Constructive Play)
    source: getty images

    Yakni permainan dimana anak-anak mulai membentuk atau “memproduksi” sesuatu. Misalnya: permainan dengan balok-balok, menggambar, membentuk bubbles dengan campuran air dan sabun, serta mengisi kotak ataupun cetakan dengan pasir dan air.
    Permainan konstruktif mendasari perkembangan pemikiran logis, matematis dan ilmiah. Melalui permainan jenis tersebut, anak-anak juga belajar mengenai sebab-akibat yang merupakan aspek penting dalam pemikiran ilmiah.

  3. Permainan Peran (Dramatic Play)
    source: getty images

    Dengan bermain peran, anak-anak mempelajari peran sosialnya dan bagaimana ia berinteraksi dengan orang lain. Selain itu, jenis permainan ini juga meningkatkan kemampuan berbahasa, karena terjadi interaksi antara satu anak dengan yang lain. Kemampuan kognitifnya juga berkembang, karena ia berfantasi saat memerankan sesuatu dalam permainan tersebut.

  4. Permainan dengan “aturan” (Games with rules)
    source: getty images

    Tipe permainan ini biasanya berkembang selama masa sekolah dasar. Anak-anak dibawah usia tujuh tahun dinilai belum mendapat manfaat maksimal dari permainan dengan “aturan” tersebut. Aturan yang dimaksud sebetulnya bukan sesuatu yang mutlak, karena aturan yang ada bisa saja muncul ketika terjadi interaksi dari beberapa anak yang memiliki minat sama dalam permainan tertentu. Dalam permainan tersebut, kadangkala terjadi konflik yang akhirnya selesai dengan adanya proses negosiasi dan kompromi dari mereka yang saling bertikai. Dalam permainan jenis ini, guru bisa sekaligus mendorong anak-anak untuk lebih menggunakan kata-kata daripada tindakan fisik yang merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Melalui permainan jenis ini, anak-anak pun perlahan menyadari pentingnya aturan dalam kehidupan.
Bermain benar-benar memiliki peran penting bagi anak-anak sebagai proses belajar dan memahami sesuatu. Bagi anak-anak, bermain dianggap sebagai kerja atau aktivitas. Dengan bermain anak-anak bisa mendapatkan pengetahuan dan kemampuan baru, serta membantu mereka berperan dalam kehidupan mereka masing-masing di masa mendatang.

Pada minggu tersebut, saya juga diwajibkan menulis biografi pendek sepanjang ±250 kata mengenai diri saya. Intinya menuliskan siapa saya dan mengapa saat ini saya memilih mengajar anak-anak usia dini.

May 11, 2012

Teacher Appreciation Week 2012

Posted by taschan at Friday, May 11, 2012
Minggu ini saya cukup sibuk, karena guru tetap di ruang Yellow absen pada hari Selasa dan Rabu (8-9 Mei 2012). Hari Senin sehari sebelumnya, ia pun hanya bisa berada di kelas sampai jam makan siang saja. Jadi total selama 2,5 hari, saya bekerja bersama sesama rekan substitute di salah satu kelas toddler tersebut. 

Jujur menangani 11 anak toddler bersama sesama guru pengganti tidaklah mudah. Seperti yang saya tahu sebelumnya, anak-anak di ruang infant dan toddler membutuhkan hubungan yang stabil dengan setidaknya satu orang guru tetap. Di kasus saya, dua orang guru tetapnya terpaksa harus meninggalkan kelas. Lead teacher pindah ke kota lain, sedangkan assistant teacher absen karena harus menghadiri pemakaman ayahnya. 

Selama empat minggu belakangan, kelas bisa terkontrol karena setidaknya saya sebagai substitute bekerja bersama satu guru tetap. Tapi ketika kedua guru tetap absen dan dalam satu hari itu ada empat orang substitute dalam ruang tersebut, betapa hebohnya kelas tersebut. Anak-anak jadi sedikit susah diatur. Yang biasanya penurut dan kalem, dalam dua hari itu jadi sering tantrum. Dinasehati ngeyel, kalau tidak suka sesuatu lalu berguling-guling di kelas, diminta datang ke toilet (yang terletak di pojok kelas) saat potty time mereka pun menolak, dll. Sampai-sampai seorang guru di ruang lain mengatakan, anak-anak di ruang Yellow seakan bergembira dan berteriak "Hurray, Substitute...!":D Ditambah lagi penampilan saya yang berbeda dengan lainya dan cara saya bicara dalam bahasa inggris juga tentu berbeda dengan guru yang lainya, anak-anak jadi seperti merasa itulah saat bagi mereka untuk bertingkah laku di luar kebiasaan. Masya Allah, saya benar-benar belajar makin sabar menghadapi anak-anak itu. 

Ketika guru tetap kembali hadir di kelas pada hari Kamis, 10 Mei 2012, mereka pun lebih kalem dari sehari sebelumnya. Memang voice tone guru tersebut juga jauh berbeda dibanding saya (ia seorang African American). Ketika ia menegur anak-anak, kita sebagai orang Indonesia mungkin seperti mendengar orang membentak. Makanya anak-anak juga lebih "manut" pada perintahnya dibanding dengan saya. Selain tentu karena faktor ia memang guru tetap disitu selama hampir setahun belakangan dan punya pengalaman mengajar belasan tahun. Sedangkan saya, pengalaman menghadapi anak-anak masih minim:D

Meski sibuk, minggu ini cukup menyenangkan buat saya karena ada Teacher Appreciation Week (TAW) yang berlangsung dari tanggal 7 s.d 11 Mei 2012. Selama lima hari tersebut, beberapa orang tua secara sukarela membawakan berbagai hidangan dan para guru bisa menikmatinya di Lounge Room saat anak-anak tidur siang (antara pukul 12.30 s.d 14.30).

Hidangan di Meja 1

Hidangan di Meja 2

Menu makan siang saya pada TAW 2012 hari ke-3

Beberapa dari mereka juga membawakan bingkisan untuk guru-guru di kelas putra-putrinya. Saya sendiri mendapatkan satu pot bunga bertuliskan "thank you" dari orang tua Cara.

Bunga dari orang tua Cara

Pihak daycare pun memberikan beberapa bingkisan, berupa tas ransel, tas tenteng, dan sebuah tempat minuman yang semuanya bertuliskan "Mini University". Selain sebagai souvenir, bingkisan tersebut bisa sekalian jadi ajang promosi:)

Mini-U's souvenirs

Sebenarnya hari Jum'at ini ada perayaan Mom's Day di Mini-U. Sayang saya tidak bisa ada disana, karena harus bekerja di kantin kampus. Sepertinya seru, karena anak-anak sudah menyiapkan bingkisan untuk ibunya yang merupakan karya mereka sendiri. 

Minggu yang benar-benar sibuk, tapi sekaligus menyenangkan. Saya jadi tahu bagaimana posisi guru begitu diapresiasi disini. Walaupun status saya hanyalah guru pengganti, namun saya percaya ini menjadi pijakan awal bagi saya untuk bisa aktif di bidang pendidikan usia dini. Semoga saya bisa terus berada di jalur ini dan kedepannya mampu berkontribusi bagi perkembangan dunia anak di Indonesia. Aamiin.


May 03, 2012

Five Little Monkeys Swinging In A Tree

Posted by taschan at Thursday, May 03, 2012
Lagu ini juga merupakan salah satu favorit di kelas infant dan toddler. Di salah satu ruang toddler, lagu ini biasa dinyanyikan ketika Reading Time, sebelum jam makan siang tiba.


Liriknya sbb:

5 little monkeys swinging in a tree
Teasing Mr. Alligator:
Can't catch me! You can't catch me!
Along comes Mr. Alligator,
Quiet as can be...
And snaps that monkey right out of that tree!

4 little monkeys swinging in a tree
Teasing Mr. Alligator:
Can't catch me! You can't catch me!
Along comes Mr. Alligator,
Quiet as can be...
And snaps that monkey right out of that tree!

3 little monkeys swinging in a tree
Teasing Mr. Alligator:
Can't catch me! You can't catch me!
Along comes Mr. Alligator,
Quiet as can be...
And snaps that monkey right out of that tree!

2 little monkeys swinging in a tree
Teasing Mr. Alligator:
Can't catch me! You can't catch me!
Along comes Mr. Alligator,
Quiet as can be...
And snaps that monkey right out of that tree!

1 little monkey swinging in a tree
Teasing Mr. Alligator:
Can't catch me! You can't catch me!
Along comes Mr. Alligator,
Quiet as can be...
And snaps that monkey right out of that tree!

Rain, Rain, Go Away!

Posted by taschan at Thursday, May 03, 2012
Awalnya saya sering mendengar Cara (baca: Kara), seorang anak perempuan berumur 2 tahun, mendendangkan lagu ini. Tentu dengan syair yang tidak lengkap karena ia tidak hapal betul lagunya. Saya pun bertanya pada rekan kerja lagu apa yang sebenarnya didendangkan Cara. Senangnya...,akhirnya saya temukan video ini di youtube. Berarti kapan-kapan saya bisa mendendangkan lagu ini bersama Cara:)



Language Focus: Rain, family members (daddy, mommy, brother, sister, baby) 



Classroom Benefits: Fun fingerplay, great for singing on rainy days


Lyrics and actions:

Rain, Rain. (Move your fingers down like falling rain.
Go away. (Push your hands out, as if you were pushing the rain away.)
Come again another day. (Make a "come here" motion with your hands.)
DADDY wants to play. (Hold up your hand showing all five fingers and point to your thumb.)
Rain, rain, go away. (Move your fingers down and then push away the rain.)

Rain, Rain. 
Go away. 
Come again another day.
MOMMY wants to play. (Hold up your hand showing all five fingers and point to your index finger.)
Rain, rain, go away.

Rain, Rain. 
Go away. 
Come again another day.
BROTHER wants to play. (Hold up your hand showing all five fingers and point to your middle finger.)
Rain, rain, go away.

Rain, Rain. 
Go away. 
Come again another day.
SISTER wants to play. (Hold up your hand showing all five fingers and point to your ring finger.)
Rain, rain, go away.

Rain, Rain. 
Go away. 
Come again another day.
BABY wants to play. (Hold up your hand showing all five fingers and point to your pinky finger.)
Rain, rain, go away.

Rain, Rain. 
Go away. 
Come again another day.
ALL THE FAMILY wants to play. (Hold up your hand and wiggle all five fingers.)
Rain, rain, go away.




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

taschan 2012.